Kursus Desain 3D Dengan Software Blender

Blender adalah perangkat lunak open-source yang terkenal di dunia desain grafis, animasi 3D, dan model 3D. Meskipun Blender lebih dikenal dalam industri animasi dan visual efek, perangkat lunak ini juga sangat kuat untuk desain arsitektur, terutama dengan kemampuannya dalam pemodelan 3D, rendering, dan visualisasi arsitektur.

Blender untuk Desain Arsitektur:

Blender memiliki banyak fitur yang bermanfaat bagi para arsitek dan desainer dalam merancang dan memvisualisasikan proyek mereka. Berikut adalah beberapa fitur dan alasan mengapa Blender sering digunakan dalam desain arsitektur:

1. Pemodelan 3D:

  • Geometri Bebas: Blender menawarkan alat pemodelan yang sangat fleksibel, memungkinkan pengguna untuk membuat struktur arsitektur yang kompleks dengan cara yang bebas dan intuitif. Dengan menggunakan teknik seperti mesh modeling dan subdivision surface, pengguna dapat membuat model bangunan, interior, atau elemen-elemen lainnya dengan sangat detail.
  • Precise Modeling: Blender memungkinkan pengaturan koordinat dan ukuran objek yang sangat presisi, yang sangat penting dalam desain arsitektur.

2. Rendering Realistis:

  • Cycles Renderer: Blender menggunakan Cycles, engine rendering yang sangat kuat, untuk menghasilkan gambar 3D dengan kualitas fotorealistik. Cycles memungkinkan pengguna menghasilkan pencahayaan dan material yang sangat realistis, menciptakan visualisasi arsitektur yang tampak nyata.
  • Eevee: Blender juga dilengkapi dengan Eevee, engine rendering real-time, yang memungkinkan visualisasi cepat dan interaktif, meskipun dengan kualitas sedikit lebih rendah dibandingkan Cycles.

3. Material dan Tekstur:

  • Shading dan Texturing: Blender memiliki alat kuat untuk pembuatan material dan tekstur, termasuk shader node editor untuk menciptakan material yang sangat realistis. Ini memungkinkan arsitek untuk menerapkan tekstur seperti batu, kayu, kaca, dan lainnya dengan cara yang sangat detail.
  • PBR Materials: Blender mendukung PBR (Physically Based Rendering), yang memberikan visualisasi material lebih realistis dalam cahaya alami.

4. Simulasi Lingkungan:

  • Simulasi Cuaca: Blender dapat digunakan untuk mensimulasikan kondisi lingkungan seperti cuaca dan pencahayaan alami dengan bantuan fitur seperti sun positioning, dan shading yang realistis.
  • Analisis Pencahayaan: Dengan Blender, Anda dapat memvisualisasikan bagaimana cahaya masuk ke dalam ruangan di berbagai waktu dalam sehari, yang sangat penting dalam desain bangunan yang efisien dari sisi pencahayaan alami.

5. Animasi dan Walkthrough:

  • Animasi 3D: Blender memiliki alat animasi yang sangat kuat yang memungkinkan arsitek untuk membuat tur virtual (walkthrough) dari model bangunan mereka, memberikan klien pengalaman interaktif yang lebih baik untuk melihat bagaimana desain akan terlihat dalam kenyataan.
  • Virtual Reality (VR): Blender juga mendukung ekspor untuk digunakan dalam teknologi VR, memungkinkan klien atau pengunjung untuk “masuk” dan menjelajahi model bangunan secara langsung.

6. Ekstensi dan Plugin:

  • Archipack dan BlenderBIM: Terdapat beberapa ekstensi atau plugin untuk Blender yang secara khusus dirancang untuk arsitektur, seperti Archipack yang menawarkan alat untuk membuat dinding, pintu, jendela, tangga, dan elemen arsitektur lainnya secara cepat dan presisi. BlenderBIM adalah plugin untuk membangun dan mengelola informasi bangunan (BIM) dalam Blender, memungkinkan integrasi dengan standar BIM industri.
  • Add-ons untuk Arsitektur: Blender memiliki banyak add-ons gratis dan berbayar yang mendukung desain arsitektur, seperti alat untuk membuat lantai, dinding, atau bahkan elemen-elemen lanskap secara otomatis.

7. Kompatibilitas dan Ekspor:

  • Format File Beragam: Blender mendukung ekspor ke berbagai format file yang kompatibel dengan perangkat lunak arsitektur lainnya, seperti FBX, OBJ, dan STL untuk percetakan 3D, sehingga memungkinkan pertukaran data dengan aplikasi seperti Revit, AutoCAD, atau SketchUp.

8. Open Source dan Gratis:

  • Blender adalah perangkat lunak open-source, yang berarti dapat diunduh dan digunakan secara gratis. Ini sangat bermanfaat bagi profesional yang bekerja dengan anggaran terbatas atau bagi mereka yang ingin mencoba perangkat lunak desain arsitektur 3D tanpa biaya lisensi yang mahal.

Kelebihan Blender untuk Arsitektur:

  • Harga Gratis: Blender sepenuhnya gratis dan tidak membutuhkan biaya lisensi.
  • Fleksibilitas: Dengan kemampuan pemodelan, animasi, dan rendering yang sangat luas, Blender bisa digunakan untuk berbagai macam aplikasi arsitektur.
  • Komunitas Besar: Blender memiliki komunitas pengguna yang sangat besar dan aktif, yang menyediakan banyak tutorial, plugin, dan sumber daya lainnya yang berguna untuk arsitek.
  • Kemampuan Render Realistis: Kualitas render fotorealistik yang sangat tinggi, cocok untuk visualisasi arsitektur yang membutuhkan tampilan realistis.

Kekurangan:

  • Kurva Pembelajaran: Blender memiliki kurva pembelajaran yang cukup curam bagi pengguna baru, terutama jika digunakan untuk desain arsitektur yang memerlukan presisi tinggi.

Kesimpulan:

Blender adalah alat yang sangat kuat dan fleksibel untuk desain arsitektur, terutama jika Anda fokus pada pemodelan 3D dan visualisasi fotorealistik. Meskipun lebih sering digunakan dalam animasi dan efek visual, Blender juga bisa menjadi pilihan yang sangat baik untuk arsitek yang ingin membuat model 3D, rendering, dan animasi tur virtual proyek mereka, sambil menikmati manfaat dari perangkat lunak open-source yang bebas biaya.

 SILABUS BLENDER
*Materi 1: Pengenalan dan Antarmuka Blender
1. *Pengenalan Blender*
– Apa itu Blender? (Sejarah dan kegunaan Blender)
– Mengapa Blender menjadi pilihan populer dalam desain 3D?

2. *Antarmuka Blender*
– Menjelajahi layout dan workspace Blender
– Penjelasan tentang viewport, toolbar, dan panel
– Pengaturan preferensi dan shortcut dasar

3. *Navigasi dan Pemahaman Dasar*
– Cara berpindah dalam tampilan 3D (zoom, rotate, pan)
– Menambahkan dan menghapus objek dasar (cube, sphere, plane)
– Pengenalan mode objek dan mode edit

4. *Latihan Praktis*
– Membuat objek dasar dan memanipulasinya menggunakan transformasi dasar (move, scale, rotate)
– Menyimpan dan membuka proyek Blender

Materi 2: Pemodelan 3D Dasar
1. *Pengenalan Pemodelan 3D*
– Dasar-dasar pemodelan 3D menggunakan objek primitif
– Memahami alat pemodelan seperti extrude, loop cut, subdivide

2. *Modifikasi dan Pemodelan*
– Menggunakan alat seperti knife, inset, dan bevel untuk detail
– Pengenalan modifier (misalnya, subdivision surface dan mirror)

3. *Latihan Praktis*
– Menciptakan objek sederhana (misalnya, kursi atau meja)
– Melakukan modifikasi dan mengaplikasikan modifier untuk memperbaiki bentuk objek

Materi 3: Pencahayaan, Kamera, dan Material
1. *Pencahayaan di Blender*
– Memahami berbagai jenis pencahayaan (point light, sun, area light)
– Menata pencahayaan untuk hasil rendering yang baik

2. *Kamera dan Perspektif*
– Menggunakan kamera untuk render
– Mengubah sudut pandang menggunakan kamera

3. *Pengenalan Material dan Tekstur*
– Membuat material dasar menggunakan shader editor
– Menerapkan warna dan tekstur sederhana pada objek

4. *Latihan Praktis*
– Mengatur pencahayaan untuk menciptakan suasana yang diinginkan
– Menambahkan material dan tekstur pada objek yang telah dibuat

Materi 4: Animasi Dasar
1. *Pengenalan Animasi di Blender*
– Dasar-dasar keyframe dan timeline
– Menggerakkan objek (keyframe pada posisi, rotasi, skala)

2. *Animasi Objek dan Karakter*
– Membuat animasi objek sederhana
– Menggunakan modifier seperti bend untuk membuat animasi
– Pengenalan animasi karakter (rigging dan bone)

3. *Latihan Praktis*
– Membuat animasi objek sederhana (misalnya, bola yang memantul)
– Mengatur keyframe dan membuat animasi berjalan halus

Materi 5: Rendering dan Proyek Akhir
1. *Proses Rendering*
– Pengaturan render (menggunakan engine Eevee dan Cycles)
– Menyiapkan render output dan resolusi

2. *Proyek Akhir: Membuat Scene Sederhana*
– Menggabungkan semua elemen yang dipelajari: pemodelan, pencahayaan, material, dan animasi
– Menyelesaikan scene dengan pengaturan render dan output

3. *Latihan Praktis*
– Membuat scene sederhana menggunakan objek-objek yang telah dipelajari
– Menerapkan animasi dan rendering untuk mendapatkan hasil akhir

4. *Evaluasi dan Tanya Jawab*

 

KURSUS BLENDER

1⃣. Program kursus sangat cepat
2⃣. Ditempuh dlm 5x meeting@3jam atau 10x tatap muka @90 Menit (total 15Jam)
3⃣. Pengajaran Aplikatif shg siswa cepat bs tanggap
4⃣. Guru sabar dan kompeten
5⃣. Kursus bisa online maupun offline
6⃣ Waktu bs menyesuaikan
7⃣ Biaya hanya 2000.000
8⃣Pembayaran diawal sebelum kursus


Berminat hubungi
WA 0857.3013.5166

RC EDUCATION CENTRE
Jln Cipta Menanggal IIIA/4 Surabaya

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *